Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI)

Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) telah kehilangan gaungnya semenjak diberlakukannya normalisasi kehidupan kampus (NKK/BKK) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 1978.

Visi dan Misi UKM-F Fanatik

Visi: Menjadikan Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) FANATIK sebagai sarana belajar dan pengembangan minat dan bakat mahasiswa dalam bidang fotografi dan jurnalistik.

fisib.trunojoyo.ac.id

Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo berdiri pada tanggal 18 Januari 2008, berdasarkan Hasil Pengesahan Rapat Senat Universitas. Latar belakang berdirinya FISIB ini berangkat dari pertimbangan kelangsungan dan masa depan jurusan Ilmu Komunikasi, Sosiologi, dan Psikologi yang pada saat itu masih berada di bawah naungan Fakultas Hukum. Fakultas Hukum yang bersifat monoprogram sangat tidak mungkin menjadi nduk dari ketiga disiplin ilmu tersebut, dan terus menerus harus menaungi secara administratif.

Lembaga Pers Mahasiswa Fotografi Dan Jurnalistik

Salam Pers Mahasiswa !!! Email: trunojoyopost@gmail.com - ukmffanatik@gmail.com website: trunojoyopost.com media umum FB: warta.fanatik Twitter: @trunojoyopost Instagram: trunojoyopost

Saturday, 3 June 2017

Form Pendaftaran 2017

Untuk mengunduh form silahkan klik link disini => Form Pendaftaran

Wednesday, 24 May 2017

Demo Aksi Simpatik Peduli Pancasila dan NKRI


Orasi didepan RKB-E
Trunojoyopost–Rabu, 24 Mei 2017 Aliansi Keluarga Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (ALKEMA UTM) melakukan aksi simpatik peduli Pancasila dan NKRI. Aksi ini diawali dengan para mahasiswa yang tergabung dalam aliansi ini, berkumpul di sekitar cafĂ© yang tidak jauh dari kampus.  
“Aksi simpatik ini dilakukan di bulan Mei, yang didalamnya terdapat hari kebangkitan Nasional, dan memperingati hari dimana para mahasiswa berkumpul di Jakarta pada era revormasi untuk melawan orde baru”. tutur Arifin selaku koordinator lapangan sekaligus presiden mahasiswa UTM.
Dalam aksi ini mereka membuat semacam petisi berupa kain yang dibentang, kemudian diisi dengan tanda tangan orang–orang yang peduli atas aksi tersebut, waktu itu orang yang pertama menorehkan tanda tanganya adalah wakil rektor 1 UTM. Waktu berkumpul yang awalnya direncanakan pukul 07.30 pagi mengalami sedikit kemoloran sehingga mengakibatkan kemoloran pula dalam pemberangkatan hingga pukul 09.00 pagi. Dalam pemberangkatannya demonstran didampingi oleh camat Kamal dan juga kapolsek Kamal, yang ditandai oleh pengibaran bendera BEM UTM oleh keduanya.
             
Selain itu kami, mengajak seluruh civitas akademika dan masyarakat juga untuk ikut andil dan memiliki semangat yang sama seperti mereka yang berada di Jakarta. Dan juga menyadarkan bahwasanya bangsa ini sudah carut marut, karena adanya sikap intoleran, radikalisme, terorisme, premanisme, korupsi dan lainnya”. tutur Arifin lagi.

Setelah diberangkatkan dari  titik kumpul, demonstran kemudian menuju depan gerbang kampus UTM dan melakukan orasi oleh beberapa demonstran. Rute ini dilanjutkan ke auditorium, kantin mahasiswa, RKB-C, RKB-B, LABSOS, RKB-D, RKB-F, RKB-E, dan berakhir  di depan gedung Rektorat UTM.

Berjalannya demo menyusuri jalan

Dalam poster yang dibawa oleh para demonstran yang tergabung, salah satu diantarnya tertera sebagai berikut. Kami melakukan tindakan panca sikap lawan (PAKAWAN). 1. Lawan sikap intoleran, 2. Lawan Radikalisme dan terorisme, 3. Lawan premanisme, 4. Lawan narkotika, 5. Lawan KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).
            
 Salah satu yang menjadi titik perjuangan kita tadi  yaitu sikap yang berada di Bangkalan khususya, yaitu sikap premanisme, narkotika, dan lainnya itu yang kemudian menjadi poin penting untuk kita suarakan sebagai civitas akademika yang katanya agen of change untuk melawan lima hal tadi” Pendapat Andika, salah satu demonstran aksi simpatik.
            
Menurut mereka penyampaian pesan aksi simpatik dengan cara demo seperti ini dirasa efektif, karena tidak hanya mahasiswa yang peduli dalam aksi ini, melainkan dari karyawan, staf sampai dekanat ikut andil dalam aksi ini.
            
Kami rasa efektif jika bersifat demo seperti ini, karena 5 dekanat keluar semua mulai dari teknik, keislaman, hukum, ekonomi, pertanian, dan juga wakil rektor 1 yang tadi tanda tangan di awal”. tutur Taufik, wakil presiden mahasiswa UTM.
            
 Mereka menyatakan bahwa ini adalah solusi konkrit bagi mahasiswa dan masyarakat, yang seharusnya dimulai dari kita terlebih dahulu.
            
Jika UTM bersimpati dan peduli terhadap hal ini, insyaallah akan dicontoh oleh kampus– kampus lain dan juga masyarakat”. tambah Taufik selaku wakil presiden mahasiswa UTM..
           
Saya tidak memiliki harapan yang banyak, harapan saya cuma satu, mahasiswa cobalah jangan hanya mementingkan diri saja, melainkan kita harus peduli terhadap kehidupan diluar sana yang saat ini mulai tercoreng” harapan Abdul Bar, salah satu demonstran aksi simpatik. (red/nash)

Tuesday, 23 May 2017

Fotografi

Secercah kehidupan yang tak kunjung padam, tak mengorbankan semangat para perempuan untuk menyambung hidup. Di atas sampan, penuh dengan angan demi dapur yang mengepul. Siapa bilang tak dapat setangguh lelaki, buktinya gelombang nan silih bergantipun tak menyurutkan 


Camera maker : Sony DSC H-200
ISO : 80
Diafragma : f/4.3
Shutterspeed : 1/640


Wednesday, 10 May 2017

Fotografi

Cahaya yang menembus awan, seolah berkata bahwa inilah akhir dari tanggung jawabnya untuk hari ini. Berdamai dengan alunan ombak yang tenang di atas kapal Nelayan, tak jauh seolah melambai-lambai pada kita  

Camera Maker : Canon EOS 1300D
ISO : 800
Diafragma : f/5.6
Shutter Speed : 1/1250
Focal Leght :  18 mm

Monday, 8 May 2017

Fotografi

Menyambung kehidupan demi sejuta harapan dalam kebenaran yang pahit, tanpa adanya semesta tak mungkin usaha untuk mendapatkan kesejahteraan dapat berjalan semestinya. Bersyukur atas kenikmatan tiada tara oleh sang Pelukis Alam, Salam Semesta. 

Camera Maker : Oppo A1603
ISO : 423
Diafragma : F/2
Shutter Speed : 1/10
Focal Leght : 4 mm

Wednesday, 5 April 2017

Program Kerja Harus Benar-benar di Pertanggungjawabkan

Suasana saat Rapat Berlangsung

Trunojoyo post-05 Maret 2017 telah diadakan uji kelayakan program kerja oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIB dan mendapatkan bantuan oleh Dekanat FISIB. Acara ini dilaksanakan di Aula Mini lt.1 RKB E. Dimulai pukul 10.00-16.15 WIB walaupun mengalami keterlambatan 1 jam, yang tidak sesuai pada rencana awal diperkirakan selesai pukul 14.00 namun adanya keterlambatan dan break istirahat maka acara ini molor.
Semua UKMF, HPM, BEMF  dan juga Dr. Dra. Sri Hidayati, S.Sos., M .Si selaku wakil dekan III ikut serta dalam kegiatan program kerja tersebut, acara pembukaan juga d
ihadiri oleh KaBag Keuangan dan KaBag TU.
“Yang dibahas itu program kerja yang menggunakan uang dipa, sama program kerja yang tidak menggunakan uang dipa. Semua program kerja disampaikan kemudian program kerja mana saja yang dialokasikan dalam anggaran dipa.” ujar Gubenur FISIB Miftahul Achyar.
            “Pada tahun ini harapannya lebih sistematis. Untuk ranahnya ORGASIB maka HMP dan semacamnya jangan mengadakan kegiatan olahraga karena itu sudah ranahnya ORGASIB. Begitupun kalau misal kegiatan HMP-HMP  harus menunjang keilmuannya, serta semua program kerja kita harus diarahkan  untuk visi-misi FISIB yang bernuansa sosial budaya.” lanjutnya tentang suatu acara tersebut.
Hadi Pangestu ketua HMP Psikologi menuturkan bahwa, “Acara seperti ini harus diadakan, soalnya mereka-mereka yang sudah diberikan tanggung jawab apalagi yang menggunakan biaya kampus. Untuk program kerja dan tujuan output harus jelas dan dipaparkan kepada Badan Kelengkapan dan Dekanat”
Acara kali ini berjalan dengan lancar walaupaun ada kemoloran, untuk presentasi dari masing-masing peserta baik dalam artian secara general baik.
“Cuma ada beberapa yang perlu didiskusikan mengenai apa yang kurang pas  ada masukan dari temen-temen atau badan kelengkapan” ujar ketum Himapsi.
“Harapan untuk kedepannya semua Badan Kelengkapan dan Ormawa benar-benar memikirkan kegiatan itu mau dibawa kemana, outputnya jelas dan juga tidak hanya sekedar formalitas namun uang dipa/uang kampus bener-bener digunakan dengan tanggung jawab” pungkas Hadi Pangestu menutup wawancara. (red/niel/S.A).

Tuesday, 4 April 2017

Tiga Pemenang Mawapres FISIB Dirasa Belum Memumpuni


Pengumuman Hasil Mawapres

Tiga pemenang Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) yaitu Muhammad Maftukhan (Satra Inggris) sebagai Juara 1, Ananda Choirunnisa (Sastra Inggris) Sebagai Juara 2, dan Indah Rahmawati (Psikologi) sebagai Juara 3 dirasa belum bagus oleh Wakil Dekan 3 FISIB Dr. Dra. Sri Hidayati, S.Sos, M. Si.
            
 “Sebetulnya belum bagus ada Maftukhan bahasa Inggrisnya bagus tapi karya ilmiahnya belum pada tataran aplikatif baru dalam bentuk proposal yang belum selesai, kalo Ananda itu bahasa inggrisnya lumayan bagus tapi tulisannya juga belum fokus, yang Indah itu tulisannya juga masih belum. Rata-rata pada penulisan karya ilmiahnya belum fokus, belum aplikatif dan kira-kira apa yang akan dicapai itu belum ada” tutur Wakil Dekan 3 tersebut.

Pengumuman hasil seleksi Mawapres diumumkan siang tadi (04/03). Ketiga pemenang Mawapres tingkat FISIB masing-masing mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan dan sertifikat. Uang pembinaan bagi juara 1 senilai total Rp. 1.250.00,00, juara 2 Rp. 1.000.000,00, dan juara 3 Rp. 750.000,00. Selanjutanya ketiganya akan dikirim ke Mawapres tingkat Universitas Trunojoyo Madura pada Jum’at (07/04)

Namun sebelumnya akan diadakan pelatihan selama 2 hari untuk ketiga mahasiswa tersebut terkait presentasi maupun penulisan karya ilmiah, 
  
“Ada pelatihan presentasi, perbaikan karya ilmiah dan ada perbaikan pembuatan power point dalam 2 hari yaitu Rabu (05/04) dan Kamis (06/04).” jelas Dr. Dra. Sri Hidayati, S.Sos, M. Si.
 
Adapun Wakil Dekan 3 tersebut mengaku bahwa persiapan terlalu tergesa-gesa dan terlalu membebani mahasiswa,
            
 “Pelatihan dilakukan 2 hari karena waktunya mendesak, Universitas yang semula seleksinya dilaksanakan pada hari Senin (10/04) ternyata dimajukan pada hari Jum’at (07/04). Kita yang merencanakan mengirimkan nama-nama peserta sekitar hari Minggu (09/04) ternyata harus mengirimkan nama-nama besok Rabu(05/04). Jadi tergesa gesa dan kasihan mahasiswa. Karena pemberitahuannya dirubah-ubah” jelasnya.
            
 Dr. Dra. Sri Hidayati, S.Sos, M.Si. tidak terlalu menargetkan ketiga wakil dari FISIB tersebut untuk menjadi juara namun beliau berharap mahasiswa mampu menggunakan bahasa inggris dan menuliskan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,
            
 “Kalau saya inginnnya juara tapi melihat realita yang ada tapi dirasa belum.  Dan harapannya mahasiswa selain mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar juga bagaimana caranya mampu minimal menggunakan bahasa Inggris. Dan juga mahasiswa selaku masyarakat ilmiah bisa menulis karya ilmiah terutama yang bermanfaat bagi masyarakat luas sesuai bidang masing-masing yang mampu menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat” pungkasnya (red/dan).

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com